Dari Data to Insight, Perpustakaan UBB Bekali Mahasiswa Olah Data untuk Penelitian
BANGKA, UBB — Kemampuan memahami dan mengolah data menjadi salah satu kompetensi penting dalam mendukung kualitas proses penelitian mahasiswa. Data yang diperoleh dari sumber yang kredibel tidak cukup hanya dikumpulkan, tetapi perlu diolah dan diinterpretasikan agar dapat menghasilkan informasi yang bermanfaat bagi kebutuhan akademik.
Kebutuhan tersebut menjadi salah satu latar belakang Unit Pelaksana Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Bangka Belitung (UBB) menyelenggarakan Lokakarya Pemanfaatan Data Statistik bertema “Data to Insight: Mengolah Data Statistik BPS dengan Phyton untuk Tugas dan Skripsi” di Balai Besar Peradaban UBB, Kamis (27/8/2026).
Kegiatan diikuti 100 peserta, terdiri atas mahasiswa UBB serta peserta dari sejumlah perguruan tinggi mitra strategis, yakni Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (UNMUH Babel), IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung, Poltekkes Pangkalpinang, dan Universitas Pertiba.
Wakil Rektor I Bidang Akademik dan Kemahasiswaan UBB, Devi Valeriani, memberikan sambutan sekaligus membuka kegiatan. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya penguasaan data dan teknologi pengolahannya sebagai bagian dari kompetensi mahasiswa.
“Penguasaan terhadap data dan teknologi pengolahannya menjadi salah satu kompetensi penting bagi mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa tidak hanya memahami bagaimana memperoleh data, tetapi juga mampu mengolah dan menginterpretasikannya menjadi informasi yang bermanfaat untuk mendukung tugas akademik maupun penelitian,” ujar Devi.
Dari Data Menjadi Insight

Lokakarya ini mengajak peserta memahami bahwa data tidak hanya berupa kumpulan angka, tetapi dapat menjadi dasar untuk menghasilkan informasi dan insight ketika diolah dan dianalisis secara tepat.
Konsep tersebut diperkenalkan melalui contoh aktivitas yang dekat dengan kehidupan sehari-hari, yaitu membeli makanan secara online. Proses tersebut dapat dilihat melalui beberapa fase, mulai dari pencarian, transaksi, hingga pengiriman.
Pada fase pencarian, misalnya, data seperti lokasi GPS, waktu, dan riwayat aktivitas dapat dimanfaatkan untuk membentuk algoritma rekomendasi. Pada fase transaksi, data harga, metode pembayaran, dan promo dapat digunakan untuk membangun profil daya beli.
Sementara pada fase pengiriman, data mengenai rute optimal, estimasi waktu tiba atau estimated time of arrival (ETA), serta rating dapat digunakan untuk mengevaluasi kinerja layanan.
Contoh tersebut menunjukkan bahwa data yang muncul pada setiap tahapan proses memiliki fungsi yang berbeda. Ketika dikumpulkan, diolah, dan dianalisis secara tepat, data dapat menghasilkan insight yang dapat digunakan untuk memahami kondisi maupun mendukung pengambilan keputusan.
Praktik Mengolah Data dengan Python dan Google Colab

Rangkaian kegiatan tidak hanya diisi dengan pemaparan teori dan diskusi interaktif. Peserta juga mengikuti sesi praktik langsung pengolahan dan analisis data menggunakan Python melalui Google Colab.
Melalui sesi praktik tersebut, peserta diajak menerapkan proses pengolahan data secara langsung sehingga dapat memahami bagaimana data statistik diproses menggunakan perangkat komputasi. Pendekatan praktik memberikan pengalaman kepada peserta untuk menghubungkan konsep yang disampaikan dalam sesi materi dengan penerapannya dalam pengolahan data.
Pemanfaatan data statistik dari Badan Pusat Statistik (BPS) menjadi bagian dari pembelajaran dalam lokakarya. Data resmi tersebut dapat dimanfaatkan sebagai sumber informasi untuk mendukung berbagai kebutuhan akademik, termasuk tugas dan penelitian mahasiswa.
Penggunaan Python dan Google Colab juga memberikan alternatif perangkat yang dapat dimanfaatkan mahasiswa dalam mengolah data. Dengan lingkungan kerja berbasis cloud, proses praktik dapat dilakukan secara lebih fleksibel tanpa bergantung pada instalasi perangkat lunak analisis secara lokal.
Untuk meningkatkan keterlibatan peserta, panitia juga menghadirkan kuis interaktif menggunakan Kahoot serta pembagian hadiah (doorprize).
Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi selingan dalam rangkaian acara, tetapi juga menjadi bagian dari upaya menciptakan suasana pembelajaran yang interaktif. Peserta didorong untuk terlibat secara aktif, baik dalam mengikuti materi, praktik pengolahan data, maupun menjawab pertanyaan dalam sesi kuis.
Pendekatan tersebut membuat lokakarya tidak berhenti pada penyampaian pengetahuan secara satu arah. Peserta memperoleh kesempatan untuk memahami konsep, berdiskusi, mempraktikkan pengolahan data, sekaligus menguji pemahaman melalui aktivitas interaktif.
Memperkuat Literasi Data Mahasiswa
Kemampuan mengolah data menjadi semakin relevan bagi mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akademik dan penelitian. Mahasiswa tidak hanya perlu mampu menemukan data, tetapi juga memahami sumbernya, mengolahnya dengan metode yang sesuai, serta menginterpretasikan hasilnya secara tepat.
Melalui lokakarya Pemanfaatan Data Statistik “Data to Insight”, UPA Perpustakaan UBB memperluas dukungan terhadap kebutuhan akademik mahasiswa, khususnya dalam pengembangan kompetensi literasi data.
Keterlibatan peserta dari UBB dan sejumlah perguruan tinggi mitra juga memperkuat ruang kolaborasi dalam pengembangan kompetensi tersebut. Kegiatan ini menjadi wadah berbagi pengetahuan dan pengalaman dalam pemanfaatan data statistik untuk mendukung proses pembelajaran dan penelitian.
Dengan memadukan pemanfaatan data BPS, pengolahan menggunakan Python dan Google Colab, praktik langsung, serta aktivitas pembelajaran interaktif, lokakarya ini diharapkan dapat membantu mahasiswa bergerak dari sekadar menemukan data menuju kemampuan mengolah, menganalisis, dan menginterpretasikan data menjadi insight yang bermanfaat bagi tugas akademik maupun penelitian. (perpustakaan ubb).
