UPA Perpustakaan UBB Gelar Lokakarya Temu Kembali Informasi
BANGKA, UBB — Unit Penunjang Akademik (UPA) Perpustakaan Universitas Bangka Belitung (UBB) terus memperkuat perannya sebagai pusat sumber informasi dan pembelajaran bagi sivitas akademika. Upaya tersebut diwujudkan melalui penyelenggaraan Lokakarya Temu Kembali Informasi bertema “Search Smarter: Strategi Temu Kembali Informasi di Era Digital dan AI” yang berlangsung di Balai Besar Peradaban Universitas Bangka Belitung, Kamis (20/8/2026).
Kegiatan yang diselenggarakan oleh UPA Perpustakaan UBB ini menghadirkan Runi Alcitra Amalia, S.Sos., Pustakawan Ahli Madya Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai narasumber. Kegiatan dibuka secara resmi oleh Wakil Rektor III Bidang Perencanaan, Sistem Informasi dan Kerja Sama UBB, Dr. Hamsani, S.E., M.Sc.
Lokakarya diselenggarakan sebagai bagian dari upaya meningkatkan kemampuan peserta dalam menemukan, memilih, mengevaluasi, dan memanfaatkan informasi secara efektif di tengah derasnya arus informasi digital dan perkembangan kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI).
Dalam sambutannya, Dr. Hamsani menyampaikan bahwa kemampuan temu kembali informasi menjadi kompetensi penting di lingkungan perguruan tinggi. Kemudahan memperoleh informasi melalui internet dan teknologi AI perlu diimbangi dengan kemampuan untuk menilai kualitas, relevansi, dan kredibilitas informasi.
Menurutnya, sivitas akademika tidak cukup hanya mampu menemukan informasi, tetapi juga harus memiliki sikap kritis dalam memastikan bahwa informasi yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan, terutama untuk kepentingan akademik, penelitian, dan pengembangan ilmu pengetahuan.
Peserta Lintas Perguruan Tinggi di Bangka Belitung
Lokakarya ini diikuti oleh peserta dari berbagai perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung berjumlah 90 peserta, yang menunjukkan kuatnya kolaborasi antar institusi dalam penguatan literasi informasi. Peserta berasal dari Universitas Bangka Belitung, Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Universitas Pertiba, Poltekkes Kemenkes Pangkalpinang, Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur, serta IAIN Syaikh Abdurrahman Siddik Bangka Belitung.
Kehadiran peserta lintas perguruan tinggi ini menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman bersama mengenai literasi informasi, khususnya dalam menghadapi perubahan pola pencarian dan penggunaan informasi yang semakin dipengaruhi oleh perkembangan teknologi AI.
Membekali Peserta dengan Strategi Pencarian Informasi
Dalam sesi materi, peserta mendapatkan pemahaman mengenai berbagai strategi temu kembali informasi yang dapat diterapkan dalam pencarian informasi digital. Materi mencakup pemilihan kata kunci yang spesifik, penggunaan operator Boolean AND, OR, dan NOT, serta pemanfaatan fitur pencarian lanjutan untuk memperoleh hasil yang lebih relevan.
Peserta juga diperkenalkan pada perkembangan teknologi AI dalam proses temu kembali informasi, termasuk konsep Natural Language Processing (NLP) dan Semantic search. Teknologi tersebut memungkinkan sistem memahami bahasa, konteks, dan makna dari kueri pengguna sehingga proses pencarian dapat dilakukan secara lebih kontekstual.
Selama pemaparan materi berlangsung, suasana kegiatan berjalan interaktif melalui diskusi dan sesi tanya jawab antara narasumber dan peserta. Berbagai pertanyaan yang diajukan peserta menunjukkan tingginya antusiasme serta ketertarikan terhadap pemanfaatan AI dan strategi pencarian informasi yang efektif di era digital.
Narasumber juga menekankan pentingnya sikap kritis dalam menggunakan AI, mengingat teknologi tersebut dapat menghasilkan informasi yang tidak selalu akurat, termasuk potensi halusinasi, referensi fiktif, maupun bias informasi.
Peserta turut diperkenalkan pada pendekatan lateral reading untuk mengevaluasi kredibilitas informasi, termasuk melakukan pengecekan silang terhadap sumber otoritatif serta menelusuri penulis dan tujuan dari suatu informasi.
Tidak Sekadar Materi, Peserta Langsung Praktik
Untuk memperkuat pemahaman, lokakarya tidak hanya diisi dengan penyampaian materi, tetapi juga dilanjutkan dengan tugas praktik secara berkelompok. Peserta dibagi dalam enam kelompok yang masing-masing diminta menerapkan strategi temu kembali informasi yang telah dipelajari.
Dalam praktik tersebut, peserta diminta memilih topik, merumuskan pertanyaan informasi, menentukan tiga hingga lima kata kunci, melakukan pencarian melalui mesin pencari, serta memanfaatkan AI generatif sebagai alat bantu pencarian.
Setiap kelompok kemudian melakukan presentasi hasil tugas praktik di hadapan peserta lainnya. Dalam sesi presentasi ini, peserta juga mendapatkan masukan langsung dari narasumber terkait ketepatan strategi pencarian, relevansi sumber, serta kualitas evaluasi informasi yang dilakukan.
Dari enam kelompok yang tampil, kelompok 6 dan kelompok 3 dinobatkan sebagai presentasi terbaik karena dinilai paling sistematis dalam menyusun strategi pencarian, mampu melakukan evaluasi sumber dengan baik, serta menunjukkan pemahaman yang kuat terhadap materi yang disampaikan.
Melalui rangkaian praktik dan presentasi tersebut, peserta tidak hanya memahami konsep secara teoritis, tetapi juga memperoleh pengalaman langsung dalam menerapkan strategi pencarian dan evaluasi informasi secara kritis.
Kuis Kahoot dan Doorprize Meriahkan Kegiatan
Suasana lokakarya semakin interaktif dengan pelaksanaan kuis menggunakan platform Kahoot. Kuis ini menjadi bagian dari evaluasi sekaligus penguatan pemahaman peserta terhadap materi yang telah disampaikan.
Peserta tampak antusias mengikuti kuis dan berkompetisi menjawab pertanyaan dengan cepat dan tepat. Penggunaan Kahoot menjadikan suasana pembelajaran lebih dinamis, kompetitif, dan menyenangkan.
Kegiatan kemudian ditutup dengan pembagian doorprize kepada peserta sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi dan antusiasme selama mengikuti lokakarya.
Selain itu, UPA Perpustakaan UBB juga memberikan piagam penghargaan kepada narasumber dan moderator sebagai bentuk apresiasi atas kontribusi dalam menyukseskan kegiatan.
Perpustakaan sebagai Pusat Literasi Informasi
Kegiatan ini diharapkan dapat memberikan manfaat nyata bagi peserta dalam meningkatkan keterampilan mencari, memilih, mengevaluasi, dan menggunakan informasi secara tepat. Inti pembelajaran yang ditekankan adalah bahwa AI dapat membantu menemukan dan mengolah informasi, namun manusia tetap memiliki peran penting dalam menilai, memverifikasi, dan memastikan kebenaran informasi.
Bagi UPA Perpustakaan UBB, penyelenggaraan lokakarya ini menjadi bagian dari komitmen untuk terus mengembangkan program literasi informasi yang relevan dengan kebutuhan pengguna di era digital.
Perkembangan teknologi AI menghadirkan peluang sekaligus tantangan bagi perpustakaan. Karena itu, perpustakaan tidak hanya berperan menyediakan sumber informasi, tetapi juga membekali pemustaka dengan kemampuan literasi informasi yang kritis, adaptif, dan bertanggung jawab.
Melalui kegiatan seperti Lokakarya Temu Kembali Informasi, UPA Perpustakaan UBB berkomitmen untuk terus menghadirkan program edukatif dan inovatif yang mendukung peningkatan kompetensi literasi informasi sivitas akademika serta memperkuat budaya akademik yang berbasis pada informasi yang valid, kredibel, dan berintegritas. (Perpustakaan UBB)
