Perpustakaan UBB Matangkan Persiapan Re-Akreditasi melalui Pendampingan Asesor DKPUS Babel

Perpustakaan UBB Matangkan Persiapan Re-Akreditasi melalui Pendampingan Asesor DKPUS Babel

Perpustakaan Universitas Bangka Belitung (UBB) menjalani pendampingan persiapan re-akreditasi oleh dua asesor dari Dinas Kearsipan dan Perpustakaan (DKPUS) Provinsi Kepulauan Bangka Belitung di Gedung Perpustakaan UBB, Kampus Terpadu Balunijuk, Bangka, Kamis (9/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB tersebut bertujuan memastikan seluruh instrumen akreditasi beserta bukti fisik telah memenuhi standar sebelum disubmit melalui aplikasi Sistem Penilaian Akreditasi Perpustakaan Indonesia (SIPAPI) Perpustakaan Nasional.

Pendampingan diikuti oleh Kepala Perpustakaan UBB Suhaidar bersama lima pustakawan UBB, serta dua asesor lokal dari DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung. Kegiatan ini merupakan bagian dari tahapan akhir evaluasi internal guna meningkatkan kesiapan perpustakaan menghadapi proses re-akreditasi nasional.

Acara diawali dengan sambutan Kepala Perpustakaan UBB, Suhaidar, yang menyampaikan apresiasi atas pendampingan yang diberikan oleh tim asesor. Menurutnya, masukan dari asesor menjadi langkah penting dalam menyempurnakan dokumen dan bukti fisik sebelum dilakukan pengajuan resmi ke Perpustakaan Nasional.

"Pendampingan ini menjadi kesempatan yang sangat berharga bagi kami untuk memastikan seluruh instrumen dan bukti fisik telah sesuai dengan standar akreditasi. Rekomendasi dari asesor akan kami tindak lanjuti agar proses re-akreditasi dapat berjalan optimal," ujar Suhaidar.

Selanjutnya, asesor DKPUS Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Runi Alcitra, memberikan sambutan sekaligus arahan mengenai pentingnya ketelitian dalam penyusunan dokumen akreditasi. Ia menegaskan bahwa kelengkapan bukti fisik memiliki peran penting dalam mendukung penilaian setiap komponen.

"Akreditasi bukan hanya menilai kelengkapan dokumen, tetapi juga menggambarkan kualitas tata kelola dan layanan perpustakaan. Karena itu, setiap bukti fisik harus disusun secara sistematis, relevan, dan mampu menunjukkan implementasi layanan yang telah dilakukan," kata Runi.

Memasuki sesi utama, tim Perpustakaan UBB memaparkan hasil pengisian instrumen akreditasi beserta bukti fisik secara berurutan berdasarkan enam komponen penilaian, yaitu komponen koleksi, sarana dan prasarana, layanan perpustakaan, tenaga perpustakaan, penyelenggaraan perpustakaan, serta pengelolaan perpustakaan. Pada setiap komponen, asesor melakukan pencermatan terhadap kesesuaian dokumen dengan indikator penilaian serta memberikan masukan secara langsung.

Hasil pendampingan menunjukkan bahwa secara umum instrumen telah tersusun dengan baik. Namun demikian, asesor masih menemukan beberapa bukti fisik yang perlu dilengkapi dan disempurnakan agar lebih sesuai dengan ketentuan akreditasi. Seluruh rekomendasi tersebut menjadi bahan evaluasi bagi Perpustakaan UBB sebelum melakukan pengunggahan dokumen ke aplikasi SIPAPI Perpustakaan Nasional.

Kegiatan pendampingan ditutup dengan penyampaian hasil asesmen, diskusi mengenai tindak lanjut perbaikan, serta sesi foto bersama sebagai penanda berakhirnya rangkaian pendampingan re-akreditasi Perpustakaan UBB.