Perluas Kolaborasi dan Tingkatkan Layanan, Perpustakaan UBB Jalin PKS dengan Perpustakaan Aksiologi Unmuh Babel
Bangka, 30 Juni 2026 – UPA Perpustakaan Universitas Bangka Belitung (UBB) resmi menandatangani Perjanjian Kerja Sama (PKS) dengan Perpustakaan Aksiologi Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung (Unmuh Babel) dalam kegiatan yang diselenggarakan di Gedung Rusli Rahman Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam memperkuat jejaring, kolaborasi, dan sinergi antarperpustakaan perguruan tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Selain UPA Perpustakaan UBB, penandatanganan kerja sama juga dilakukan antara Perpustakaan Aksiologi Unmuh Babel dengan sejumlah perpustakaan perguruan tinggi lainnya, yaitu perpustakaan Politeknik Manufaktur Bangka Belitung, IAIN SAS Bangka Belitung, Institut Sains dan Bisnis Atma Luhur, Institut Citra Internasional, Universitas Anak Bangsa, dan Universitas Pertiba. Kerja sama ini diharapkan dapat membuka peluang kolaborasi yang lebih luas dalam pengembangan layanan perpustakaan, peningkatan kompetensi pustakawan, pemanfaatan sumber informasi, serta pelaksanaan berbagai program literasi dan akademik.
Kegiatan dibuka secara resmi oleh Rektor Universitas Muhammadiyah Bangka Belitung, Dr. Ir. Fadillah Sabri, S.T., M.Eng., IPM.. Dalam sambutannya, beliau menyampaikan apresiasi atas terjalinnya kerja sama antarperpustakaan perguruan tinggi yang dinilai sebagai langkah strategis dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan tinggi dan penguatan ekosistem akademik di Bangka Belitung.
Pada kesempatan yang sama, dilaksanakan pembentukan kepengurusan Forum Perpustakaan Perguruan Tinggi Indonesia (FPPTI) Wilayah Bangka Belitung sebagai wadah koordinasi dan kolaborasi antarperpustakaan perguruan tinggi di daerah. Melalui musyawarah yang berlangsung secara mufakat, Kepala Perpustakaan Aksiologi Unmuh Babel, Maulina Hendrik, M.Pd., terpilih sebagai Ketua FPPTI Wilayah Bangka Belitung periode pertama.
Dalam sambutannya, Maulina Hendrik menegaskan bahwa peran perpustakaan saat ini telah mengalami transformasi yang sangat signifikan. Menurutnya, perpustakaan tidak lagi hanya dipandang sebagai “jantung” perguruan tinggi, melainkan telah berkembang menjadi “otak” universitas yang berperan strategis dalam mendukung pengambilan keputusan, pengembangan ilmu pengetahuan, penelitian, inovasi, serta peningkatan kualitas layanan akademik.
Lebih lanjut, ia menekankan bahwa kolaborasi dan sinergi antarperpustakaan merupakan salah satu kunci keberhasilan dalam menghadapi tantangan perkembangan teknologi informasi dan kebutuhan pengguna yang semakin kompleks. Menurutnya, tidak ada perpustakaan yang dapat berkembang secara optimal apabila berjalan sendiri tanpa dukungan dan kerja sama dengan institusi lain.
“Kolaborasi dan sinergi antarperpustakaan menjadi salah satu kunci keberhasilan perpustakaan dalam mendukung institusi masing-masing. Sejatinya, perpustakaan tidak dapat hidup sendiri. Dengan berbagi sumber daya, pengalaman, dan inovasi, kita dapat tumbuh bersama dan memberikan layanan yang lebih baik kepada sivitas akademika,” tambahnya.
Bagi UPA Perpustakaan Universitas Bangka Belitung, penandatanganan kerja sama dan terbentuknya FPPTI Wilayah Bangka Belitung menjadi langkah strategis untuk memperkuat peran perpustakaan dalam mendukung pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Melalui forum ini, diharapkan terjalin komunikasi yang lebih intensif, pertukaran pengetahuan yang berkelanjutan, serta lahir berbagai program kolaboratif yang mampu meningkatkan kualitas layanan perpustakaan di Bangka Belitung.
Semangat kebersamaan yang terbangun melalui kegiatan ini menjadi fondasi penting bagi pengembangan perpustakaan perguruan tinggi yang adaptif, inovatif, dan berdaya saing, sehingga mampu memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan pendidikan tinggi di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
